Pendidikan tahfizh al-Qur’an hari-hari ini sedang menjadi tren dan banyak diminati. Banyak lembaga pendidikan yang menjadikannya sebagai program unggulan, dari mulai pondok-pondok pesantren hingga sekolah-sekolah Islam terpadu.

Selain program pendidikan tahfizh al-Qur’an, pendidikan informasi tekhnologi (IT) juga menjadi salah satu mata pelajaran lainnya yang menjadi tren dan favorit para pemuda. Sebabnya tenaga IT menjadi buruan berbagai perusahaan dan sangat menjanjikan. Karenanya banyak lembaga pendidikan dan perguruan tinggi umum yang menjadikannya sebagai program unggulan.

Di tengah-tengah kedua tren itu, tak sedikit pula kalangan yang tak ingin sekedar menjadi seorang yang hafizh (hafal) al-Qur’an, tapi ia juga ingin menjadi seorang yang menguasai ilmu IT. Sebaliknya, ada pula kalangan pemuda yang tak ingin sekedar menguasai ilmu IT, tapi ia juga ingin menjadi seorang yang hafizh al-Qur’an.

Hadir sebagai solusi di tengah-tengah tren yang sedang berkembang, Yayasan Rumah Hafizh Indonesia berkeinginan mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang menggabungkan pendidikan Tahfizh al-Qur’an dengan pelajaran teknologi informasi (IT) bernama M’ahad ANDALAS. Dengan kedua program pendidikan tersebut, harapannya dapat lahir para haffazh al-Qur’an yang juga menguasai ilmu IT atau orang-orang yang menguasai IT dan juga huffazh al-Qur’an.

Dengan demikian, berdirinya Ma’had Andalas, sebuah pondok pesantren tahfizh al-Qur’an berbasis IT memberi jawaban. Para orang tua pun tidak lagi resah karena anaknya harus sekolah di sekolah umum untuk mengambil pelajaran IT. Mereka dapat dengan tenang menitipkan anak-anaknya belajar menghafal al-Qur’an sekaligus ilmu IT, mereka yakin lingkungan orang-orang yang menghafal al-Qur’an lebih kondusif untuk perkembangan dan pendidikan putra-putra mereka.